Software – software untuk GIS dan Remote Sensing :

 

Pada kesempatan ini akan dibahas mengenai ARCVIEW

ArcView adalah salah satu perangkat lunak desktop Sistem Informasi Geografis dan pemetaan yang telah dikembangkan oleh ESRI (Enviromental Systems Reasearch Institute. Inc.). Dengan ArcView, pengguna dapat memiliki kemampuan-kemampuan untuk melakukan visualisasi, meng-explore.

ArcView GIS software adalah pelopor dalam pemecahan dan solusi terhadap analisis dalam pemetaan. ArcView GIS salah satu solusi yang terpopuler dalam dunia pemetaan dan telah lebih dari 500.000 copy dipergunakan diseluruh dunia. Dengan ArcView GIS kita dapat berkreasi dengan dinamis terhadap peta – peta yang dibuat dan secara intelektual dengan cara memanfaatkan tampilan dan sumber data yang dapat di overlaykan dengan beberapa platform computer. ArcView GIS memuat tools dan data yang dapat dipergunakan kapan saja dalam membentuk platform dan seni pemetaan. Arcview GIS bekerja dengan tabulasi database yang bekerja sendiri dan dapat di aplikasi dengan sistem MS Excell.

Pemanfaatan teknologi GIS dalam lingkup yang luas meliputi kota, Negara dan pemerintahan, ArcView GIS mampu memanage zona lokal, pemanfaatan lahan juga untuk bidang – bidang property dan berbagai macam keperluan yang berbasis geografi. Bahkan saat ini pemanfaatan Arcview GIS sudah lebih jauh lagi yang meliputi peta perbankan, bidang penerapan hukum dan perundang – undangan, bahkan sampai pada pengamatan dan tindak kejahatan. Di Indonesia pemanfaatan teknologi GIS masih sebatas pada pamanfaatan land use oleh Badan dan perusahaan swasta seperti BPN, Kehutanan, Perkebunan, dan lain sebagainya.

ArcView dapat melakukan pertukaran data, operasi – operasi matematik, menampilkan informasi spasial maupun atribut secara bersamaan, membuat peta tematik, menyediakan bahasa pemograman (script) serta melakukan fungsi-fungsi khusus lainnya dengan bantuan extensions seperti spasial analyst dan image analyst (ESRI).

Sejak tahun 1996, ESRI telah merilis Arcview GIS versi 3.0 yang mulai memperkenalkan konsep extension. Dengan extension, para pengembang beserta pengguna dapat menambahkan aplikasi – aplikasi ke dalam Arcview. Selain itu dengan extension pula, para pengembang dapat memodularkan fungsionalitas perangkat lunak Arcview. Dengan demikian Arcview kemudian dikenal sebagai sebuah tool yang bersifat universal karena mampu mengakses semua tipe data geografis (baik format raster maupun vektor).

 

Extension pada Arcview secara garis besar dapat dibagi menjadi dua kelompok besar :

  • Core extension

Extension yang terikat atau hadir secara otomatis bersama dengan modul standar perangkat lunak Arcview versi yang bersangkutan. Extension ini dikembangkan oleh pihak yang sama dengan pengembang perangkat lunak Arcview (modul standar).

 

  • Optional

Extension yang hadir jika terlebih dahulu di-instal pada saat diperlukan oleh pengguna. Extension ini dikembangkan oleh pihak yang sama dengan kelompok pertama, pengguna atau pihak ketiga yang menyediakan extension-nya untuk kepentingan komersil ataupun non-profit (gratis).

 

 

 

Oleh karena itu Arcview dapat memberikan lingkungan operasi dan pengembangan yang sangat fleksibel sehingga mendorong perluasan penggunaan perangkat lunak Arcview GIS di berbagai bidang. Pustaka ESRI mencatat tidak kurang dari 57 bidang aplikasi dimana Arcview GIS berperan aktif di dalamnya, diantaranya advertising, agriculture, banking, bisnis, crime analysis, forestry, military dan sebagainya. Dengan demikian tidak heran jika kemudian banyak artikel yang menyebutkan Arcview sebagai ”GIS for Everyone”.

ArcView dalam operasinya menggunakan, membaca dan mengolah data dalam format Shapefile, selain itu ArcView jaga dapat memanggil data-data dengan format BSQ, BIL, BIP, JPEG, TIFF, BMP, GeoTIFF atau data grid yang berasal dari ARC/INFO serta banyak lagi data-data lainnya. Setiap data spasial yang dipanggil akan tampak sebagai sebuah Theme dan gabungan dari themetheme ini akan tampil dalam sebuah view. ArcView mengorganisasikan komponen-komponen programnya (viewthemetablechartlayout dan script) dalam sebuah projectProject merupakan suatu unit organisasi tertinggi di dalam ArcView.

Salah satu kelebihan dari ArcView adalah kemampuannya berhubungan dan bekerja dengan bantuan extensionsExtensions (dalam konteks perangkat lunak SIG ArcView) merupakan suatu perangkat lunak yang bersifat “plug-in” dan dapat diaktifkan ketika penggunanya memerlukan kemampuan fungsionalitas tambahan (Prahasta). Extensions bekerja atau berperan sebagai perangkat lunak yang dapat dibuat sendiri, telah ada atau dimasukkan (di-instal) ke dalam perangkat lunak ArcView untuk memperluas kemampuan – kemampuan kerja dari ArcView itu sendiri. Contoh – contoh extensions ini seperti Spasial Analyst, Edit Tools v3.1Geoprocessing, JPGE (JFIF) Image SupportLegend ToolProjection Utility WizardRegister and Transform Tool dan XTools Extensions.

 

Feature pemetaan pada Arcview :

 

  • Template pra design pemetaan.
  • Banyaknya fasilitas simbol yang dapat dipergunakan.
  • Pewarnaan zona dan area dapat dibedakan.
  • Arah Utara, scale bars, dan beberapa elemen pemetaan tertampilkan.
  • Data – data driven classifications seperti (equal area, equal interval, natura breaks  standard deviation, data normalsasi dan banyak lagi) dapat di tampilkan.

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan data yang dapat dipakai pada ArcView, diataranya :

1.    Kita dapat menggunakan data dalam bentuk Shapefile (format data ArcView) yang disertakan saat kita meng-install ArcView. Dapat juga dicari di internet atau membeli dari perusahaan yang bergerak di bidang GIS.

2.   Menggunakan data ARC/INFO. Jika mempunyai Coverage ARC/INFO dapat dibuka, diedit, dan dianalisa di ArcView.

3.   Data yang berasal dari MapInfo Professional dapat digunakan di ArcView.

4.   Gambar CAD, misalnya yang dibuat di AutoCAD dapat dibuka dan digunakan bersama-sama dengan data ArcView.

5.   Citra satelit penginderaan jauh, gambar hasil scanner, dan foto digital juga dapat digunakan pada ArcView sebagai data grid raster.

6.   Data tabular seperti data statistik, data hasil survei, penelitian, dll yang mengandung informasi geografis (X,Y) dapat digunakan sebagai sumber data ArcView.

7.   Konversi data visual ke digital melalui digitasi peta atau screen digitizing merupakan cara yang umum dilakukan untuk input data ArcView.

 

Kelebihan ArcView

Kelebihan penggunaan software Arcview GIS dalam dunia pemetaan atau kartografi adalah dengan terdapatnya fasilitas tools provide yang komplit. Sistem mampu mengkreasikan kualitas peta yang prima, dimana user dapat berkreasi dan memperkaya detail – detail yang diperlukan untuk lebih atraktif, dan mampu secara efektif menampilkan peta dan informasi lebih komunikatif yang di dapat dari hasil analisa data.

ArcView diperkaya dengan setting dan komposisi tools dan wizard, yang mempercepat mempresentasikan pekerjaan terutama bidang pemetaan. Lingkup pekerjaan pemetaan mempunyai variasi simbol dan warna juga template yang dapat di pergunakan setiap saat. Kelebihan Arc View GIS adalah komposisi dari tool nya yang mampu melakukan features dan digitasi on screen yang dapat dipergunakan untuk membedakan satu obyek dengan obyek lainnya, yakni dengan mempergunakan color ramp, shading data, graduate symbol, chart symbol, untuk kreasi dan memperindah bentuk tampilan peta lebih berkualitas.

Dalam banyak kasus adanya sistem mapping yang tidak mampu membaca data – data geografi, tetapi dalam sistem Arcview GIS, permasalahan input berbagai macam data dapat di integrasikan dengan baik, hal ini berkat adanya ekstension (optional) yang meyertakan sistem ini dalam bekerja. Dengan Arcview akan lebih mudah menampilkan berbagai macam data geografi yang akan di analisa.

Data dalam database pada Arc View GIS berbentuk tabular dan mampu dibaca pada Microsoft Access, dBASE, FoxPro, ASCII, INFO, SQL, Open Database Connectivity (ODBC), dan SAP R/3 databases. Kemampuan lain dari Arcview dalam integrasi data adalah, dengan fasilitas export/write, dimana hasil pekerjaan dan mapping dapat di transfer ke berbagai macam integrasi sistem pendukung seperti JPG Tiff, Giff dan lain sebagainya.

Data yang dapat di Integrasikan dengan sistem Arc View :

 

  • ESRI shape files
  • ArcInfo coverages
  • ArcInfo dynamic segmentation coverages
  • Route systems
  • PC ARC/INFO coverages
  • AutoCAD (DXF and DWG)
  • MicroStation (DGN and MSG)
  • TIFF 6.0 (including GeoTIFF)
  • VPF
  • ADRG
  • CADRG
  • CIB
  • NITF
  • MrSID (.sid)
  • JPEG (JFIF)
  • ERDAS IMAGINE
  • ERDAS LAN and GIS
  • BSQ
  • BIL
  • BIP
  • SunRaster i les
  • BMP
  • GRID (asimage data)
  • DIGEST (ASRP 1.1 and 1.2 and USRP 1.2 and 1.3)
  • Access spatial data in a relational database management system (DBMS) ArcSDE with Spatial Database Engine (SDE), atau Oracle Spatial Data Option (SDO) with SDE.

 

 

Kelebihan lain dari Arcview adalah kemampuannya dalam melakukan exporting data yang bisa di baca dalam berbagai macam fasilitas software lainnya antara lain Write/Export data to : ESRI shapei les, DXF, placeable WMF, Windows metai le, Windows bit map, PostScript, CGM (binary, character, clear text), and JPEG. Extended data support from optional ArcView GIS extensionsTIN, GRID (as raster data), DOQ, IRS‐1C, Landsat TM, RPF, SPOT, and GeoSPOT.

Karena di dukung oleh sistem under windows maka proses editing tidak terlalu sulit kalau kita telah terbiasa dengan windows. Proses Editing Edit geographic features dan tabular attributes mempergunakan mouse untuk digitasi on screen dan edit data. Perform stream mode digitizing. Perform complex vertex editing (add, move, delete, snap). Mempergunakan extension shape pada file operasional (split, union, combine, intersect). Automatic update attributes ketika editing. Menghitung (luas, panjang) dari database dan informasi lainnya. Proses digitasi berbasis Under windows.

Arcview sebagai sofware GIS juga mempunyai kemampuan untuk menampilkan citra tersebut ke dalam media nya, dengan menyediakan ekstension khusus untuk menampilkan seperti Imagine Image support dan image analysis, yang terlebih dahulu harus melakukan instalisasi. Pokok bahasan pada peta citra kali ini adalah citra landsat yang akan disisipkan ke dalam media lembar kerja ArcView.

Kegunaan citra pada pemetaan sangat penting, sebab sangat  membantu untuk mendukung data data muka bumi yang jauh dari jangkauan manusia seperti hutan belantara, aliran sungai yang tidak mungkin dimasuki dan dilalui manusia, tetapi dengan keberadaan citra tersebut kita dapat mengetahui keadaan sesungguhnya dan dapat dilakukan digitasi untuk melengkapi data pemetaan on screen digitation. Citra yang mampu ditampilkan dalam media lembar kerja Arcview bukan saja dalam bentuk digital sensor sensor satelit tetapi juga mampu membaca citra dari hasil scanner dan maupun foto – foto.

Sebelum membuka dan menyisipkan citra pastikan ekstension khusus untuk membaca citra sudah ter instalasi, Av_spasial analyst dan Image Analysys, selanjutnya buka arcview GIS dan buatlah view baru, kemudian klik di menu file, dan pilih ekstension, lakukan checklist pada Imagine Image support dan image analysis.

Menampilkan citra dengan mempergunakan fasilitas ekstention Imagine Image Suport lebih ringan apabila ingin dilakukan zooming area, tetapi beberapa fungsi yang ada pada Imagine image support  tidak mampu dilakukan oleh ekstension ini, seperti fungsi melihat koordinat dan pencerahan dengan interval lookup maupun linier lookup, ekstension Image Analysis adalah ekstention yang terpisah dari paket arcview dan khusus untuk spasial analysis.

Buka new theme baru dan aktifkan ekstension imagine image support :

  • Seed Tools Properties

Dengan memanfaatkan foto citra, kita bisa menganalisa dan mengidentifikasi area pada kondisi yang sama dengan melihat persamaan warna warna yang tertampil Pelaksanaan pekerjaan ini mempergunakan seed tools   dan hasil identifikasi dan analisa terhadap pengkelempokkan warna dengan karakter yang sama dapat di simpan dalam format shape file.

  • Categorize Disini Arcview

Mampu menganalisa klasifikasi lahan berdasarkan informasi yang disajikan oleh citra seperti, tubuh air, penutupan areal maupun areal terbuka, dengan membandingkan dua buah citra yang sama posisi tetapi berbeda tahun pengambilan, dengan memunculkan tool box categorize dengan measukkan pilihan desire 3 angka seperti diatas, maka akan menganalisa citra sesuai dengan data yang di masukkan.

  • Image Difference Arcview

Dengan fasilitasnya Image Analysis mampu menanalisa perubahan perubahan area lokasi dengan kurun waktu yang berbeda berdasarkan informasi yang di dapat dari citra. Besarnya perubahan tergantung kebutuhan user dalam memanfaatkan besaran perubahan baik peningkatan (increase) maupun penurunan (decrease).  Pemanfaatan fungsi analisa dalam image analysis pada image difference yang akan memunculkan dialog box  image difference.  Image Difference  sangat berguna dalam mempelajari penutupan lahan dalam kurun waktu yang berbeda, perubahan di tampilkan dengan warna merah untuk pengurangan penutupan dan hijau untuk peningkatan penutupan areal.

 

 

 

 

  • Thematic Change

Pada fasilitas Image Analisis sub Thematic Change, adalah menganalisa hasil klasifikasi dan membandingkan nya antar dua citra tematik, pemanfaatan fasilitas thematic  change adalah mempergunakan citra hasil categorize, dengan membandingkannya perubahan perubahan yang terjadi misalnya dari areal terbuka menjadi areal hutan begitu juga sebaliknya.

 

  • Mosaik

Adalah menggabungkan dua citra yang saling berhimpitan dan satu sama lain saling berpotongan, dengan menampilkan dua citra akan memperberat kerja system, maka penggabungan citra akan lebih memudahkan pekerjaan sehingga analisa terhadap citra dapat lebih cepat, persyaratan utama dalam pengabungan ini adalah dengan menggabungkan 2 citra dengan kualitas dan band yang sama.

 

  • Merubah pencerahan warna citra

Pencerahan citra dengan memanfaatkan ekstension Image analisyst. Pada umumnya pewarnaan citra yang ditampilkan adalah pada warna default, dan mungkin terlalu terang atau terlalu gelap untuk di analisa, sehingga membutuhkan perlakuan lain baik itu pencerahan atau penggelapan pewarnaan citra, fasilitas pencerahan citra dapat di lakukan dengan strech standard deviation, Hystogram Equalize, dan bahkan mampu menampilkan citra dalam ormasi gamma dan lain sebagainya.

 

  • Cropping

Fungsi croping adalah memotong atau mengiris sebuah citra menjadi beberapa bagian, karena pada dasarnya file citra dalam format IMG mempunyai bytes yang besar dan dengan kemempuan komputer yang rendah akan memerlukan waktu yang lama untuk menampilkan visual nya, sehingga fungsi crop pada bagian bagian yang akan di analisa dapat meringankan pekerjaan analysa citra.

 

Secara garis besar ARCVIEW terdiri atas piranti – piranti dengan berbagai karakteristik sebagai berikut :

 

 

1. Graphical User Interface yang Bersifat Umum

2. User Interface dari “GUI” versi ArcView adalah identik dan dapat ‘terbaca’ pada semua

3. Plafform yang di support oleh ArcView. Sehingga user dapat dengan leluasa membuka

4. Data pada system (platform) yang berlainan.

5. Table Structure (Struktur Tabel)

6. Struktur data ArcView adalah identik dengan semua platform yang di support oleh

7. ArcView. Data dapat dibuka dan dibaca oleh platform yang berbeda, dan dapat

8. Didistribusikan melalui network ke user lain tanpa diterjemahkan terlebih dahulu.

9. Grafik yang Diintegrasikan dengan DataBase (Basis Data)

10. Istilah yang paling tepat untuk menggambarkan ArcView adalah “geographic atau graphic

11. Database”.

12. DataBase atau Map Selection

13. Dengan adanya integrasi grafik dengan basis datanya di ArcView, maka informasi dapat

14. Diketahui melalui seleksi basis data atau seleksi grafiknya.

15. Menampilkan Raster sebagai Background bagi Vektor

16. Image Raster, seperti Foto Udara, Peta hasil Scan atau Citra satelit dapat digunakan

17. Sebagai background peta (vektor). Sehingga penyajian peta akan tampak lebih bagus dan

18. Dengan presisi detail yang match dengan Raster sebagai background. Image raster dari

19. Aplikasi bitmap atau aplikasi lainnya juga dapat digunakan untuk menampilkan logo

20. Perusahaan di ArcView. Beberapa format raster yang dapat dibaca oleh ArcView dapat

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

I. Penutup

Kesimpulan

 

o   Arc View GIS  menyediakan sekumpulan  rupa – rupa perangkat (tools) dan button untuk memudahkan pekerjaan dalam membuat  komposisi peta  yang  intuitif.

o   Dalam Arc View kita memungkinkan  dengan cepat menciptakan peta berkualitas.

o   Beraneka ragamnya  kemampuan presentasi peta mulai dari warna dan palet pola ekstensif, simbol, dan cetakan (template) yang  anda bisa gunakan berulang – ulang.

o   ArcView GIS mampu memetakan  dan mendigitasikan data  yang telah diambil dari ground check  way point (GPS) dengan proses digitasi on screen, dengan fitur komposisi seperti on screen, juga  mampu meningkatkan komunikasi dengan peta ‘built-in‘